Belimbing Wuluh

Bilimbing Wuluh

Nama llmiah : Averrhoa bilimbi Nama Daerah : Limeng, selemeng, belimbing, alimbi, belimbing asam, blimbing wuluh, bhalingbhing bulu, blimbing buloh limbi, Iibi, balimbeng, ninilu daelok, kerbo, Iembitue, lombituko, bainang, calene, taprera, malibi, dan utekee

Ciri-ciri umum
Tanaman berbentuk pohon dengan tinggi 5 – 1O m. Batang tegak,
bercabang, permukaan kasar, banyak tonjolan, warna hijau kotor. Bunga
majemuk, bentuk malai, tumbuh di tonjolan batang atau cabang, panjang
5–20 cm, panjang kelopak 6 mm, warna merah. Daun berbentuk lanset
dam berwarna ungu. Biji berbentuk lanset atau segitiga, warna hijau saat
muda dan berubah menjadi kuning kehijauan setelah tua. Akar tunggang,
warna cokeiat kehitaman.

Kandungan Kimia
Batang mengandung saponin, tanin, glucoside, kaisium oksalat, sulfur,
asam format dan peroksidase. Daun mengandung tanin, sulfur, asam
format, peroksidase, kalsium oksalat, dan kalium sitrat.

Khasiat dan Manfaat
Memiliki rasa asam dan bersifat sejuk. Berkhasiat menghilangkan rasa
sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing,
astringen, mengobati hipertensi, batuk rejan, sariawan, pegal linu,
gondongan, rematik, jerawat, dan panu.

Bagian yang digunakan
Dauh, bunga, dan buah

Daun Mint

Daun Mint

Daun Mint

Nama llmiah: Mentha an/ensis L. V
Nama Daerah: Bijanggut atau poko
Ciri-ciri Umum :
Termasuk famm Labiate. Merupakan tema berbentuk sernak dengan tinggi
10-50 cm. Batang lunak, berbuiu, batang muda berbentuk segiempat,
batang tua membulat, warna ungu. Daun tunggal, berbentuk bulat telur,
ujung running, pangkal membulat, tepi bergerigi, pertulangan menyirip,
panjang 3-5 cm, lebar 15-3O cm, warna hijau. Bunga majemuk, berbentuk
bulir jumlah benang sari dua, mahkota bunga berbulu, warna ungu. Buah
buni, warna cokelat tua. Akar tunggang, warna putih.
Kandungan Kimia
Minyak atsiri 1-2%, mentol 80-90 %, menthon, 0|-piperition, heksanolfenii
— asetat, etil amil karbinol,dan neomentol.
Khasiat dan Manfaat
Berkhasiat sebagai pelega perut, obat batuk, mencret, pusing, pilek, susah
tidur, dan sesak napas. Secara tidak iangsung dapat mengatasi penyakit
hipertensi.
Bagian yang Digunakan: Seluruh bagian tanaman.

Mengenal Pohon Jabon

Pohon Jabon umur 7 bulan

JABON adalah pohon yang tumbuh di wilayah Asia. Pohon jabon terdapat di wilayah Asia Selatan hingga Papua Nugini. Di Indonesia, pohon jabon juga dikenal sebagai jabun, kelampayan, empayang, atau worotua.

Pohon Jabon merupakan Tanaman Kayu Keras yang cepat tumbuh, Tanaman yang termasuk famili Rubiaceae ini tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1000 m dpl, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat, dan aluvial lembab yang yang umumnya terdapat di sepanjang sungai yang beraerasi baik. Intinya pohon jabon sangat memerlukan air yang lebih agar tumbuh dengan baik.

Pada umur 3 tahun, tinggi pohon jabon dapat mencapai 9 m dengan diameter 11 cm. Pada usia 5-6 tahun lingkar batangnya bisa 40 sampai 50 cm, diameter pertumbuhan antara 5-10 cm/tahun. Di alam bebas, pohon Jabon pernah ditemukan mencapai tinggi 45 m dengan diameter lebih dari 100 cm.

Keunggulan pohon jabon, kayunya mudah dikeringkan, mudah dipaku, di bor dan di lem, susutnya rendah. Sangat mungkin dimanfaatkan oleh Industri kayu, Mebel/Furniture, Bahan Plywood/kayu Lapis, Batang Korek Api, Alas sepatu, Papan, Peti, bahan kertas kelas sedang.

Dengan beberapa keunggulan di atas, bisnis kayu jabon mulai dilirik oleh masyarakat luas. Selain pemeliharaan yang relatif lebih mudah, hanya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama sekitar 5 tahun, pohon jabon sudah bisa di panen dengan keuntungan yang berlipat ganda.

Satu kubik pohon jabon sekarang harganya berkisar Rp 1,2 juta, harga beberapa tahun lagi pasti akan jauh lebih mahal, sementara kebutuhan bibit jabon untuk satu batangpohon jabon hanya berkisar Rp. 2.000,-

sumber tulisan : Wikipedia

Sawo Varigata

Sawo adalah tanaman buah yang cukup dikenal di Indonesia. buahnya beraroma harum dan rasanya manis. Dalam bahasa Inggris, sawo disebut sapodilla, chikoo, atau sapota. Biasanya ditanam di kebun atau di halaman rumah. Untuk sawo yang berdaun varigata masih tergolong langka, tanaman  ini sangat eksotik jika ditanam di halaman rumah atau di dalam pot.

Pohon buah sawo varigata ini mempunyai sosok hampir sama seperti sawo manis namun buahnya agak kecil tidak sebesar sawo manila, buahnya berbentuk lonjong atau bulat telur dengan diameter sekitar 4-5 cm dan panjang 6 cm.

Daun nya yang varigata dan buah nya yang mungil dan bergelayut sepanjang tahun sungguh sedap dipandang.

Kesemek

Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros. Tanaman ini dikenal pula dengan sebutan buah kaki, atau dalam bahasa Inggris dinamai Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya adalah Diospyros kaki. (‘Kaki’, bahasa Jepang, adalah nama zat tanin yang dihasilkan buah ini).

Keterangan

Pohon kesemek berukuran kecil sampai sedang, 15 m atau kurang, dioesis (dioecious, berumah dua) dan kadang-kadang monoesis, berbatang pendek dan bengkok-bengkok, banyak cabang, serta menggugurkan daun.

Daun dalam dua deret, tersusun berseling, bertangkai pendek lk. 3 cm, bundar, bundar telur sampai jorong, 2,5-15 × 5-25 cm, hijau kuning berkilap.
Bunga jantan dalam malai pendek berisi 3-5 kuntum, bunga betina soliter, di ketiak daun, berbilangan 4. Buah buni berbentuk gepeng membulat dan bersegi empat, hijau kekuning-kuningan sampai merah, dengan daun kelopak yang tidak rontok.kesemek sekarang sudah sulit dijumpai atau hampir punah

Hasil dan keguanaan

Kesemek yang matang berwarna antara jingga kekuningan sampai kemerahan dan berdiameter antara 2-8 cm. Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah diolesi dengan air kapur dan diperam, agar rasa sepatnya hilang. Buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim dan lain-lain. Buah kesemek segar mengandung 19,6% karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7% protein, vitamin A dan kalium.
Buah kesemek yang muda mengandung zat tanin yang dinamai tanin-kaki, yang menimbulkan rasa sepat pada buah. Zat ini akan berkurang bersama dengan masaknya buah. Tanin-kaki dimanfaatkan untuk mengawetkan berbagai kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di Jepang, serta bahan pengobatan penyakit hipertensi.

Asal-usul dan penyebaran

Kesemek ‘Hachiya’ dari Jepang, 柿 – lukisan cat air 1887
Kesemek berasal dari Republik Rakyat Cina, yang kemudian menyebar ke Jepang pada zaman purba dan dikembang biakkan di sana. Belakangan buah ini menyebar ke bagian lain Asia, dan pada masa kolonial di tahun 1800an dibawa ke Eropa selatan dan Amerika (Kalifornia).
Buah ini cukup penting dalam tradisi Tiongkok dan Jepang, sehingga nilai komersialnya tinggi di sana. Kini komersialisasi produksi kesemek telah merembet dan meluas ke Selandia Baru, Australia dan Israel. Ekspor dari Israel inilah yang dinamai sebagai Sharon fruit.
Di Indonesia, Malaysia dan Thailand, produksi kesemek umumnya hanya cukup untuk konsumsi lokal. Sumatera Utara, khususnya wilayah Brastagi, di waktu lalu pernah secara tetap mengirimkan kesemek untuk Singapura; namun kini terhenti karena kualitasnya terdesak oleh kesemek produk negara-negara lain. Tempat-tempat lain di Indonesia yang menghasilkan kesemek di antaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana buah ini ditanam pada daerah-daerah tinggi di pegunungan.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia

Gowok, Kupa, atau Kepa

Gowok, kupa, atau kepa adalah pohon buah anggota suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Indonesia, khususnya Jawa dan Kalimantan. Nama-namanya dalam bahasa daerah adalah gohok (Btw.), kupa, kupa beunyeur (Sd.), gowok, dompyong (Jw.). [1]
Pohon kecil sampai sedang, tinggi 8-20 m dan gemang hingga sekitar 50 cm. Daun tunggal berhadapan, lonjong, 17-25 x 6-7 cm.

Buah buni, bulat agak gepeng, 2-3 cm garis tengahnya, ungu tua hingga kehitaman mengkilap, bermahkota tabung kelopak, tersusun dalam rangkaian.[2] Daging buah putih atau agak merah ungu, banyak mengandung sari buah, masam atau asam manis agak sepat, berbiji gepeng dengan kulit putih atau merah ungu.
[sunting]Ekologi dan kegunaan

Gowok tumbuh liar terutama di hutan-hutan sekunder, antara ketinggian 200-1800 m dpl. Selain itu gowok juga ditanam di ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan wanatani yang lain.
Gowok kebanyakan ditanam untuk diambil buahnya, kerap dijual di pasar untuk dimakan segar, sebagai bahan rujak atau untuk disetup. Kayunya berwarna kemerahan, digunakan sebagai bahan bangunan atau perabotan.
Tanaman ini diperbanyak dengan biji.

Jamblang atau Duwet

Jamblang, jambu keling atau duwet adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Tumbuhan berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan berbagai nama seperti jambee kleng (Aceh), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Min.), jambulang, jambulan, jombulan, jumblang (aneka nama lokal di Sulut), jambulan (Flores), jambula (Ternate), jamblang (Btw., Sd.). Juga jambu juwat, jiwat, jiwat padi (Ind., juwet atau duwet (Jw.), juwet, jujutan (Bl.), dhuwak, dhalas (Md.), duwe (Bima) dan lain-lain.[1]

Dalam pelbagai bahasa asing buah ini dikenal sebagai jambulan, jambulana (Malaysia), duhat (Filipina), jambul, jamun, atau Java plum (Ingg.), dan lain-lain. Nama ilmiahnya adalah Syzygium cumini.

Jamblang

Pohon Jamblang / Duwet

Pohon jamblang
Daftar isi [sembunyikan]
1 Pemerian botanis
2 Kegunaan
3 Lihat pula
4 Rujukan
5 Pranala luar
[sunting]Pemerian botanis

 

 

Buah jamblang
Pohon yang kokoh dan tidak menggugurkan daun, kadang-kadang berbatang bengkok, tinggi hingga 20 m dan gemang mencapai 90 cm. Bercabang rendah dan bertajuk bulat atau tidak beraturan.
Daun-daunnya terletak berhadapan, bertangkai 1-3,5 cm. Helaian daun bundar telur terbalik agak jorong sampai jorong lonjong, 5-25 x 2-10 cm, pangkal berbentuk pasak atau membundar, ujung tumpul atau agak melancip, bertepi rata, menjangat tebal dengan tepi yang tipis dan agak tembus pandang. Hijau tua berkilat di sebelah atas, daun jamblang agak berbau terpentin apabila diremas. Daun yang muda berwarna merah jambu.
Karangan bunga dalam malai atau malai rata, renggang, hingga tiga kali bercabang; umumnya muncul pada cabang-cabang yang tak berdaun. Bunga kecil, duduk rapat-rapat, 3-8 kuntum di tiap ujung tangkai, berbau harum. Daun kelopak bentuk lonceng melebar atau corong, tinggi 4-6 mm, kuning sampai keunguan. Daun mahkota bundar dan lepas-lepas, 3 mm, putih abu-abu sampai merah jambu, mudah gugur. Benang sari banyak, 4-7 mm; putik 6-7 mm.
Buah buni berbentuk lonjong sampai bulat telur, sering agak bengkok, 1-5 cm, bermahkota cuping kelopak, dengan kulit tipis licin mengkilap, merah tua sampai ungu kehitaman, kadang-kadang putih. Sering dalam gerombolan besar. Daging buah putih, kuning kelabu sampai agak merah ungu, hampir tak berbau, dengan banyak sari buah, sepat masam sampai masam manis. Biji lonjong, sampai 3,5 cm.

Kegunaan

Bunga jamblang
Buah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga kebiasaan di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup (biasanya dua mangkuk ditangkupkan) sehingga lunak dan berkurang sepatnya. Buah yang kaya vitamin A dan C ini juga dapat dijadikan sari buah, jeli atau anggur. Di Filipina, anggur jamblang diusahakan secara komersial.
Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan, meskipun tidak istimewa dan agak mudah pecah. Kayu ini cukup kuat, tahan air dan serangan serangga; sekalipun agak sukar dikerjakan. Yang terlebih sering ialah digunakan sebagai kayu bakar. Kulit kayunya menghasilkan zat penyamak (tanin) dan dimanfaatkan untuk mewarnai (ubar) jala. Kepingan kecil pepagan ini juga kadang-kadang dibubuhkan untuk menghambat keasaman tuak. Daunnya kerap digunakan sebagai pakan ternak.
Beberapa bagian tumbuhan juga dipergunakan sebagai bahan obat, tradisional maupun modern. Kulit batang, daun, buah dan bijinya acapkali digunakan sebagai obat kencing manis, murus (diare), dan beberapa penyakit lain. Bahkan simplisia dari kulit batang (dikenal sebagai Syzygii cortex) dan biji jamblang (disebut Syzygii semen) dahulu dianjurkan sebagai sediaan apotek yang tidak wajib. Di samping tanin, bahan aktif yang dikandungnya antara lain adalah glukosida yambolin (jamboline). [1] [4]
Pohon jamblang juga sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai penahan angin (wind break). Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.

dari Wikipedia Indonesia